Minggu, 21 Desember 2008

Pelajaran dari White-Beauty, Golden-Fish dan Black-Jack......

Siapapun yang membaca judul tulisan ini pastinya bertanya-tanya. Siapa sih White-Beauty, siapa juga yang namanya Golden-Fish ataupun Black-Jack. Dan pelajaran macam apa yang mereka ajarkan, ataupun kenapa penulis sampai mengambil topik ini.....dan masih banyak pertanyaan yang akan terngiang di pikiran pembaca artikel ini..(setidaknya, itulah yang diharapkan penulis....hahaha). Untuk itu, saya akan mengawali dengan penjalasan masing-masing nama tersebut. Here we go....

White-Beauty adalah nama dari camera digital pertama yang dimiliki penulis (dikatakan pertama karena penulis meyakini akan adanya kedua, ketiga, dan selanjutnya..). Diawali dari keinginan untuk memiliki camera digital hasil usaha sendiri yang notabene mulai terpikirkan sekitar 2-3 tahun yang lalu. Keinginan tersebut sempat mencapai puncaknya, namun apa boleh buat, saat itu kondisi kantong tidak bisa kompromi. Barulah akhir April 2008, camera itu mampu terbeli. Sebuah camera berwarna silver dengan merk Casio Exilim 8,1 Mpixel berhasil dipindahtempatkan dari etalase Apuraido ke sebuah kamar di sebuah Apartemen di bagian selatan kota Fukuoka. Tidak begitu ingat lagi, seberapa bahagianya penulis saat itu, yang pasti merasa puas dengan membelinya dari kantong sendiri.
Selanjutnya camera itu dinamai White-Beauty dan sejak saat itu, hampir setiap harinya sang camera menemani penulis di segala aktivitas. Total hampir 5 giga foto kegiatan di Fukuoka yang telah diabadikan oleh white-beauty. Hampir disetiap kesempatan, penulis tidak henti-hentinya mengabadikan event yang berlangsung disekitarnya....

Ok, selanjutnya adalah Golden-Fish yang ternyata juga nama dari sebuah camera. Hanya saja, Golden-Fish adalah camera jenis analog yang masih menggunakan film. Namun, kamera inilah yang menemani penulis dimasa-masa sulit, juga mengantarkan penulis sampai ke Fukuoka City. Begitu banyak roll film yang sudah dicetak dari camera ini. Kira-kira,tahun 2002 penulis memiliknya. Tidak terhitung berapa banyak suka, duka, tawa dan airmata atau moment lain yang terabadikan lewat Golden-Fish. Oya, kenapa dinamakan Golden-Fish, simple saja karena warna kamera bermerk Fuji ini emas alias golden. Sekuno apapun camera ini, penulis begitu menyukainya..

Setelah penjelasan panjang lebar diatas, tentu sekuel pertanyaannya adalah apa yang dimaksud pelajaran dari barang-barang diatas???
Jadi begini, baik White-Beauty maupun Golden-Fish mempunyai kesamaan keadaan, yaitu keduanya telah berpindahtangan. without say goodbye......
Prosesnya pun terjadi dalam waktu yang berdekatan. Kira-kira pertengahan November ini. Tidak terbayangkan betapa kacaunya pikiran penulis saat itu. Ada banyak file kenangan yang tertinggal dikeduanya. Seperti terjadi flashback dalam film-film yang sering kita tonton, kenangan dari awal membeli, menggunakan sampai saat-saat terakhir memiliki terputar kembali....so sad, sad sad situation. Marah, iya....Kesal, pastinya,...Sedih, tentu saja......namun, semua perasaan negatif itu mulai hilang dalam hitungan hari. Karena toh, sekesal apapun, semarah apapun atau sesedih apapun tidak akan membuat keduanya kembali...

Sebegitu banyaknya kenangan yang dialami bersama..... beraaaat rasanya. Tapi toh, kenangan itu semua telah tergambar dipikiran dan tertulis dalam hati penulis yang tidak mampu dihilangkan begitu saja...
Sempat terpikir, kenapa harus sedih, toh yang diambil hanya barang yang notabene bisa dibeli lagi, tidak terbayang betapa sedihnya jika nikmat kita diambil satu persatu oleh Alloh seperti tubuh kita, kesehatan kita, dan sebagainya. Bukankah tadinya kita terlahir tanpa membawa apapun, bahkan nantinya berpulang juga tanpa barang-barang kecuali selembar kain.

Saat itu yang terbersit dipikiran penulis adalah berharap agar pemiliknya yang baru mampu menggunakannya dengan baik. Mungkin mereka lebih membutuhkan camera-camera tersebut.

Untuk Black jack mungkin akan dibahas dalam tulisan selanjutnya, mengingat sebegitu dalamnya dampak dari kisah black-jack terhadap psikologis penulis.....Atau mungkin juga, tidak ditulis sama sekali.... shiranai kedo,...
Tulisan ini pun dibuat sebagai bentuk instropeksi bagi penulis, dan juga pengingat jika suatu saat mengalami kesedihan karena hal serupa untuk tidak berlama-lama bersedih, namun bersegera bangkit untuk terus berlari.... Rosma, Ganbatte ne!!!

Jumat, 07 November 2008

Soundtrack of my journey....

Ada kotak kecil di halaman depan yang isinya syair lagu mr.Children. Nah ada sejarahnya tuh, kenapa si kotak bisa muncul disitu.
Mulanya, waktu Rosma datang ke Jepang sama sekali g kenal ama yang namanya mr.Children. Boro-boro tau lagunya, denger namanya aja juga baru disana. Nah, waktu denger lagu yang judulnya Hero mulai deh ada feeling. Dan, lanjut lagi beberapa waktu kemudian denger lagu yang judulnya Sign, itu loh yang ada lyric nya di box.....Seneng banget ama lagu itu.
Nah, kalau lagi bosen jikken, biasanya rosma muter lagu2 n nyanyi deh...hihihihi. Ampe senior2 pada tau banget kalau rosma sukaaaaaaaaa ama mr.Children.
Jadi, kalau lagi bosen, suntuk, males,dll pasti rosma g lupa ngedengerin lagunya. Nah, sampai suatu saat, tepatnya 3 Oktober 2008 Rosma harus nyelesaikan laporan dan beres-beres secara besok paginya mau balik ke Indonesia, semaleman lagu itu terus yang rosma dengerin. Sampai sekarang kalau inget, masih agak sedih nih...coba deh, dengerin pasti suka....hihihihi (agak maksa nih..).
Paginya, waktu nganter Rosma ke bandara Okamoto san ama Imanishi san muterin lagu itu mulu di perjalanan. Sedihnya,.....mewek-mewek deh. Belum lagi diputerin lagu mr.Children yang judulnya Shirushi.....ampuuuun deh, sedih banget.
Berat banget rasanya pergi dari Fukuoka, I left my heart in Fukuoka (Fukuoka daisuki da)...
Dari Fukuoka Airport sampai Seoul rosma nangis terus (nada sou sou), dan masih ngedengerin lagu itu. Bahkan sampai Cengkareng juga masih nangis.....
Itu dia, salah satu alasan kenapa lagu Sign ini jadi soundtracknya Rosma.....begitu banyak kenangan yang bisa hadir lagi lewat lagu ini.... Rasanya, seperti baru kemarin Rosma pergi kesana, sekarang sudah harus berpisah. Jadi......
Kalau nanti Rosma datang lagi ke Fukuoka, pasti akan nonton konsernya mr.Children

Bagi yang penasaran, tuh liat aja video klipnya di bawah....pasti suka...hehehehe

Rabu, 06 Agustus 2008

Miss Universe Pageant....dimata wanita

"Masalah two pieces itu tidak menjatuhkan martabat Indonesia, malah finalis-finalis lainnya bangga. Mereka bilang Indonesia sudah maju ya, sudah pakai bikini."

Kurang lebih jam 10 pagi waktu setempat, seperti biasa saya meluangkan waktu untuk update informasi di internet sebelum melanjutkan kegiatan rutin di lab. Masya Alloh, rasanya lelah, penat dan bosan melihat berbagai media menampilkan ajang Miss Universe sebagai headlinenya. Namun, pagi itu ada sebuah headline yang cukup menggelitik. Tidak lain adalah pernyataan sang putri Indonesia yang baru saja 'mewakili ' Indonesia di ajang Miss Universe. Doi menanggapi keputusannya memakai bikini dan  begini kurang lebih pernyataannya yang saya kutip dari detik.com. 

Dara kelahiran 5 Desember 1986 itu pun menyayangkan jika ada pihak-pihak yang mempermasalahkan bikininya. "Toh itu juga tidak menjatuhkan martabat bangsa, bukan berarti saya meninggalkan budaya ketimuran ya," tukasnya saat ditemui usai jumpa pers Pemilihan Puteri Indonesia 2008 di Hotel Nikko, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2008).

Bikini dikenakan putri ketika penilaian awal Miss Universe 2008 digelar di Vietnam, 8 Juli silam. Putri yang awalnya mengaku tak akan berbikini, ternyata berubah haluan. Kenapa begitu?

"Adrenaline saya terpacu karena saya sedang berada di medang persaingan. Ya saya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa. Apa salahnya sih pakai two piece," urainya.

Ketika akhirnya berbikini, menurut Putri, finalis-finalis lain malah memujinya. "Dari negara lain bilang ke aku, bangga karena Indonesia sekarang sudah semakin maju. Kenapa sih kita harus harus mempermasalahkan bikini," tuturnya lagi.

Masya Alloh, pernyataan bodoh macam apa itu. Bagaimana mungkin kemajuan sebuah bangsa di ukur dari parameter seperti itu. Bahkan menjadi salah satu tolok ukur pun tidak....rasanya sangat menggelikan tapi sungguh menyedihkan membaca pernyataan diatas. Betapa tidak, tentu orang sehat akan tertawa melihat 'kepolosan' sang putri Indonesia dalam berargumen. Disisi lain, saya jadi kepikiran apa toh memang seperti itu cara berpikir anak-anak muda Indonesia saat ini. Kenapa saya jadi berbicara seperti orang-orang tua yah?? Umur saya hanya 1 tahun lebih muda dari putri Indonesia....hihihihihihi

Ok, mari kita bahas lebih lanjut tentang Miss Universe beauty Pageant(MUP). Apa sih, manfaat kontes ini khususnya untuk bangsa Indonesia tercinta. Mari berandai-andai, jika putri Indonesia keluar sebagai pemenang kontes ini,lalu apa ada efek terhadap kehidupan masyarakat?? Dari segi pariwisata mungkin, apa toh perhatian dunia menjadi terpusat ke Indonesia?? Saya katakan, TIDAK.....sama sekali tidak ada jaminan. Pernah saya baca komentar seorang artis yang katanya, putri Indonesia bisa jadi pahlawan berbikini.....Huahahahahahahaha, ini orang bener-bener yah. Oya, satu lagi catatan bahwa dari kabar-kabar yang berkembang dan menjadi rahasia umum bahwa pemenang kontes ini sebenarnya sudah diputuskan bahkan sebelum acara puncak pemilihan. Jadi, apapun usaha yang dilakukan peserta lain,......useless
Bisa dikatakan, ajang ini hanya menguntungkan si pemenang itu sendiri secara namanya tiba-tiba menjadi terkenal dan pemilik modal alias penyelenggara kontes ini. Penyelenggara akan memanfaatkan ketenaran sesaat miss universe baru untuk mengiklankan berbagai product miliknya. Contoh mudah adalah, setiap tahun kita akan melihat miss universe mengiklankan product vitamin C, ya kan?? Belum lagi penjualan hak siarnya.....wuiiiiihhhh. Meski ajang ini selalu berkoar-koar tentang adanya charity, itu hanya sebagian kecil saja dari motif ekonomi yang sebenarnya menjadi tujuan utama acara ini. Dari kompas.com, saya baca biaya untuk penyelenggaraan MUP ke-53 yang berangsung di thailand menelan biaya 650juta bath atau sekitar 195 milyar. Sungguh angka yang begitu fantastis. Bayangkan jika, setiap tahun angka nominal tersebut digunakan untuk mengentaskan berbagai krisis pangan di dunia. 195 milyar itu tidak sedikit bro!!!
So, kalau ada yang bertanya apakah saya bangga bila perwakilan Indonesia dipuji di kontes itu, saya jawab dengan yakin....'sama sekali tidak, bahkan saya malu'. Sebagai sesama wanita, saya risih melihat wanita lain diharuskan berlenggak-lenggok dengan pakaian minimalis lalu dinilai oleh sekelompok orang. Tidak bisa dipungkiri semua peserta kontes dikaruniai rupa yang cantik dan tubuh yang meliuk-liuk indah, dan mereka boleh berbangga dengan semua itu. Namun, kebanggaan bukan berarti harus mengekspos semua kelebihan, jangan sampai dilupakan harga diri. Sebagai wanita, setiap jengkal bagian tubuh kita sangat berharga, sampai-sampai kita diperintahkan untuk menutupnya. Kenapa juga, sesuatu yang sangat berharga dengan mudahnya diperlihatkan ke orang lain. Kalau di toko2, barang yang paling mahal akan diletakkan di tempat yang sangat tertutup hingga terjamin keamanannya. Wahai wanita,.....jika diri sendiri sudah tidak mampu menjaga kehormatan dan harga diri, lalu siapa lagi??

Fyuuuuh, saya bingung harus mengungkapkan seperti apa lagi. Jika di Indonesia banyak yang menyuarakan dukungan untuk mengikuti kontes ini dengan mengatasnamakan demi kebebasan wanita, berkreasi, seni, dsb, maka sebagai sebagai seorang wanita Indonesia saya keberatan. Jika dipikir siapalah saya yang hanya seorang mahasiswa biasa2 saja, yang notabene bukan pejabat, bukan politisi , bukan artis, bukan siapa-siapa. Namun, hati yang saya tergerak, jiwa saya terpanggil untuk menyuarakan ketidaksetujuan ini. Satu catatan, tiap kali ada pihak2 yang mengatasnamakan dirinya pembela hak wanita berkoar-koar di TV untuk membela perilaku2 yang menyimpang dari syariat, saat itu pula perasaan saya sebagai wanita tersakiti. Atas dasar apa, mereka mengatasnamakan emansipasi, hak ataupun kebebasan wanita. halllloooooooo, siapa saja yang terwakili oleh mereka...... 

Jika saja saya tidak terlahir di negara ini, pasti saya tidak ambil pusing akan masalah ini. Tapi, saya begitu cinta akan Indonesia....jadi, saya tidak rela bangsa ini menjadi bangsa yang tidak bermoral. 
Saya terlahir sebagai wanita, untuk itu saya begitu peduli terhadap keadaan wanita lain. Saya tidak rela, wanita lain dieksploitasi untuk kebutuhan ekonomi saja.....sungguh, semua ini atas nama cinta... sungguh atas nama cinta....

Rabu, 23 Juli 2008

....PPIF goes to Holland...


Maaf judulnya agak berlebihan, judulnya mirip ama salah satu episode 'ceriwis' yang ceriwis goes to europe, hihihihi...

Bulan Juli ini PPIF dapat tiket gratis untuk berkunjung ke Huis Ten Bosh oleh salah satu sponsor. Nah, dimasa pendaftaran peserta ada sedikit masalah yang sempat menghangatkan suasana di milist PPIF, overall semua dapat diselesaikan dengan baik-baik...hohohoho...
Ok, sekitar jam 6 pagi Rosma udah memulai persiapan untuk bangun tidur (hihihihi,..). Rosma janjian ama mb yaya untuk ketemu di Ijiri eki jam 7.38. Ternyata, rosma salah liat jam, dan begitu nyampe di eki ternyata udah jam 7.40. Walau begitu, Rosma g terlambat kok nyampe di Tenjin. Sebelum jam 8 pagi Rosma sudah sampai depan kantor pos. Dan,bus berangkat ke kaikan jam 8.20. Sungguh, ada kejadian yang mungkin sangat jarang terjadi. Bus yang berisikan orang-orang Indonesia ini berangkat sekitar jam 9 kurang dikit waktu jamnya bus, hampir sesuai dengan apa yang sudah dijadwalkan alias g molor......saluuuuut deh. Bus yang kami tumpangi sempat berhenti di tengah2 perjalanan untuk memberikan kesempatan penumpang yang mau ke toilet. Akhirnya, setelah hampir 2 jam perjalanan yang menyejukkan (secara busnya full AC), rombongan nyampe juga di Nagasaki. 
Begitu melangkah keluar dari bus, udara panas dan lembab langsung menghampiri kami. Sinar matahari yang begitu terik bagai menusuk2 di permukaan kulit. Beruntung, Rosma tidak lupa membawa payung anti sinar UV, yang setidaknya bisa mengurangi terik yang teramat sangat.Seluruh peserta di berikan kebebasan untuk jalan2. Jadi Rosma pun, pergi jalan dengan yang sesama lajang yang lain..Bagi yang berkeluarga, tentu sudah sangat disibukkan dengan rencana kegiatan masing2. Perjalanan di mulai dengan menaiki sebuah kapal kecil menyusuri kanal yang membelah kawasan Huis Ten Bosh ini. Udah gitu, Rosma dan beberapa teman yang lain lebih memilih untuk duduk di luar, dan tentu saja pakai payung (udah merasa jadi noni-noni belanda aja nie...). Begitu mendarat, kami memutuskan untuk makan siang di pinggir kanal. Masya Alloh, panas sekali hari itu... Selanjutnya kami, mengunjungi tower yang ada disitu, tapi g masuk cuma di depannya aja. Trus, ngadem sebentar di sebuah museum yang isinya porselen2 kaca....segerrrrr. Oya, sempat mampir juga di toko pernak-pernik, namun sayang tidak ada satupun dari kami yang beli....abisnya muahal sih,,,,,,xixixixixi. 
Panas yang begitu menyengat ini cukup mengurangi semangat untuk berfoto2. Tidak jauh dari situ, ada halte dan kami pun memutuskan untuk naik bus, walaupun tidak tau kemana bus itu mau pergi. Sekitar jam 1 sampai jam 4 sore, kami habiskan untuk melihat pertunjukan2 indoor. Setelah, sekitar 5-6 pertunjukan yang kami tonton, Rosma simpulkan semuanya itu cocok untuk anak usia antara 7-15 tahun saja.....aduuuuuh, g banget untuk orang gedhe. Diantara semua itu, yang menarik perhatian Rosma cuma pertunjukan Grand Odyssey, yang canggih. Keren deh pokoknya, animasinya bagus.....hehehehe. Untuk yang lain seperti Horizon Advanture Plus, Mysterious Escher, Theater Kirara menarik juga, tapi aduuuuh, ceritanya itu loh,....bagusnya untuk anak2. Ok, setelah cukup kenyang menonton berbagai pertunjukan, tenggorokan kami mulai kering, sementara bekal minuman juga sudah habis. Kami mencari toko yang menjual minuman dan ternyata yah, g di Indonesia g di Jepang, g di Jogja g di Fukuoka, yang namanya di tempat wisata harga2nya lebih mahal...hihihihihi.
Setelah itu sebenarnya kami berencana melihat Palace yang ada di paling ujung. Tapi ternyata bus yang kami tumpangi berjalan ke arah lain. Dan karena waktunya sudah mepet, apa boleh buat, kami pun mengurungkan niat pergi kesana. Di akhir perjalanan itu, kami habiskan untuk keliling2 dan foto2. Oya, sebelum pulang juga sempat mampir ke tempat yang ngejual makanan untuk oleh2 gitu. Tapi Rosma g beli, secara g ada yang mau dioleh2in, jadinya yah....hihihihihi
Begitulah, hari minggu yang cukup melelahkan. Perjalanan kami harus diakhiri pada jam 17.30, seiring dengan hujan yang mulai mengguyur kota kecil ini....nice ending......

**) sekilas tentang Huis Ten Bosh
Huis Ten Bosh merupakan taman, tempat wisata yang terletak di kota Nagasaki yang menghadirkan sebuah suasana kota2 di Belanda zama dulu. Huis Ten Bosh kalau di inggriskan jadi House in the forest gitu. Kawasan wisata ini mempunyai berbagai fasilitas dari hotel, taman, kanal, bioskop, toko-toko, kolam renang, dll. Oya, yang menarik adalah adanya bunga2 yang cantik disini, namun hanya tumbuh di musim2 tertentu (waktu rosma datang cuma ada bungan mawar aja, itupun g banyak...). Taman ini dibangun untuk mengenang sejarah hubungan antara Jepang-Belanda yang terjalin sejak 1609 (perasaan Jepang-Indonesia juga punya hubungan yah, dalem lagi...kok mereka g buat miniatur Indonesia yah, ato kurang lama rentan waktunya kali.....hehehehe).

Senin, 21 Juli 2008

Najima Matsuri


Setelah, makan udon di Jusco, Rosma dan mb Dian bersegera ke lapangan deket Najima untuk liat najima Matsuri. Hm, cukup rame yang datang tapi yang jualan dikit. Banyak lampu bergelantungan di sekitar lapangan. Trus waktu datang lagi ada pertunjukan orang main beduk, ato apa lah namanya. Sebagian besar orang Jepang datang dengan pake Yukata.....lucu2 deh,... Karena kita datang sudah jam setengah 9 malam jadi udah hampir bubar deh....Tapi masih sempat ikut bon odori, atawa nari2 dengan ibu2 dan bapak2...hehehe, ternyata terkuaklah rahasia selama ini, kalau Rosma g pandai nari, hehehehe, jadi cuma asal gerak2 doank. Abis, musiknya mendayu-dayu g jelas gitu, kurang bersemagat...hohohoho.... Segitu saja yah, laporan untuk matsuri ini, sampai jumpa di matsuri2 yang akan Rosma kunjungi.....

Minggu, 20 Juli 2008

FOSA Cup 2008


**) Fosa Cup dalam catatan perjalan seorang suporter...


Jadi kisah ini dimulai sekitar 1 bulan yang lalu. Diawali dari sebuah email berisikan tawaran kepada PPIF menjadi peserta ajang yang tidak begitu bergengsi ini jika dibandingkan dengan Euro yang sedang hangat kala itu.....haduh, cape juga klo nulisnya kayak gini...hihihihi, lanjut deh.
Gayung pun bersambut, seiring derasnya antusiasme para anggota PPIF untuk mendaftar sebagai sebagai anggota tim sepakbola PPIF. Yup, tidak sampai disitu, bahkan manager, coach sampai koordinator suporterpun telah terbentuk. Tidak sampai disitu, menjelang tanggal 28 Juni milist PPIF mulai ramai membicarakan seputar persiapan tim FOSA 2008. Denger2 yah, sebagian pemain tetap mengadakan latihan walau diguyur hujan yang cukup deras....wuihhh, semangat sekali. 

Pagi hari tanggal 28 Juni ternyata hujan turun cukup deras di seputaran Ijiri. Walau begitu, Rosma dan mb Yaya tidak juga mengurungkan niat untuk tetap pergi..dan setelah perjalan cukup lama, kita berdua dikejutkan (eh, g kok cuma Rosma yang kaget, mb Yaya kayaknya biasa aja, hehehehe) oleh sebuah sms dari mb Dian, yang berisi berita pembatalan FOSA hari itu....ough......cape deh, udah ujhan, becekh, g ada ojhekh......huuuuu. Kekecewaan tidak berhenti sampai disitu, ibu koordinator (mb Wiwin) suporter yang sudah semalaman mempersiapkan atribut suporter terlihat begitu terpukul. Kerja keras semalaman untuk membuat pernak-pernik merah putih menjadi sia-sia. Belum lagi para pemain dan suporter yang berusa hadir mengenakan baju merah2(eh, Rosma g pakai tuh, adanya kemeja garis2 merah tua dan putih , xixixi...). Keteganganpun sempat terjadi antara pihak Indonesia dengan panitia penyelenggara, namun beruntung masalah dapat di diselesaikan tanpa pertumpahan darah (serem amet yah,....hihihihi). Walau begitu, kekecewaan tidak bisa hilang begitu saja, dan untuk sedikit mengobati rasa 'dongkol' tim Indonesia memutuskan untuk bertanding dengan tim Bangladesh yang kebetulan juga telah hadir. Di tengah hujan yang terus mengguyur lapangan, tidak menyurutkan para pemain untuk terus bertanding. Apa daya, semangat saja tidak cukup untuk memenangkan suatu pertandingan, dibutuhkan skill individu, kekompakan team dan juga tenaga. Dan, tentu saja Indonesia dikalahkan bangladesh dengan sukses...oya, ditengah pertandingan Rosma cabut ke Jusco trus kita makan udon....hohohoho

19 July 2008, tadinya team PPIF berniat mengcancel keikutsertaan dalam ajang FOSA cup ini. Dan, entah apa yang terjadi akhirnya ikut juga. Hm....pagi itu, rosma bangun dengan agak malas2an, kecapekan abis semalam dari Fukuma. Dan, setelah perjuangan keras menghadapi sengatan matahari yang sangat terik, sampai juga deh di lapangan pertandingan. Setibanya disana, kita disambut kabar kekalahan Indonesia pada pertandingan pertama. Dan, dipertandingan keduapun, tidak ada perubahan berarti dari kubu Indonesia, hanya kulit para pemain saja yang berubah warna...hihihihihi, peace yah!! Jujur, tidak banyak yang bisa ditulis karena penulis kurang antusias menonton....selain karena panas, juga karena sudah tidak on fire lagi..... Ok, begitu ulasan singkat mengenai FOSA 2008...sampai jumpa di pertandingan2 selanjutnya....xixixixi

jadi Volunteer di Fukuma

Jum'at 18 July, kami berlima rosma, mb yaya, hiromi, mb wiwin dan mb sri pergi ke Fukuma. Jadi, awalnya kita semua tidak begitu mengerti, apa yang harus dilakukan disana. Judulnya sih jadi volunteer untuk mencari atau meng-apa kan binatang laut yang namanya kabuto gani atau bahasa kerennya horseshoe crab. Nah, acara dimulai jam 7, dan diluar dugaan ternyata kita harus kenalan dan menampilkan sesuatu......aduuuh, gubrak.....
Dan....dengan segenap kemampuan menepiskan rasa malu, kita bernyanyi potong bebek angsa...hohohoho..... Dan, setelah beberapa pentas juga dari yang lain, acara berlanjut mengenai penjelasan tentang si kabuto gani itu. Nah, jam 9 baru deh kita pergi ke pantai untuk mencoba mencari si kabu itu. Konon, musim begini mereka banyak datang ke pinggir pantai...Tapi apa daya,sepertinya kumpulan kabuto gani terlalu sibuk tahun ini untuk sekedar mampir ke Fukuma...hehehehe, jadi kita tidak berhasil melihat, jadi tidak ada foto saya dengan si kabu. Silahkan yang penasaran googling aja yah....
Jadi, g cocok juga yah kalau  disebut volunteer, tapi gpp deh biar keren dikit....hihihihi